Asuransi kesehatan yang baik
dapat dilihat dari beberapa hal, menurut berbagai literature dan perencana
keuangan, hal-hal tersebut antara lain :
· Cashless
Dengan sistem cashless, penggantian klaim oleh perusahaan asuransi
kepada pemegang polis menjadi lebih mudah. Hal tersebut dikarenakan pemegang
polis tidak perlu membayar secara tunai saat harus rawat inap di rumah sakit.
Akan tetapi, cukup menyelesaikan tagihan dengan menggesek kartu asuransi.
Namun, cashless ini mensyaratkan rumah sakit tempat pemegang polis
dirawat sudahlah harus bekerjasama dengan pihak Asuransi. Jika tidak ada kerjasama,
meskipun asuransi memiliki sistem klaim cashless, pemegang polis terpaksa harus
tetap membayar dimuka dan kemudian menyelesaikan dengan reimbursement kepada perusahaan asuransi.
· Memiliki jaringan rumah
sakit yang luas
Klaim cashless tidak dapat dilakukan di rumah sakit yang tidak
memiliki kerjasama dengan perusahaan asuransi. Karena itu, pilihlah asuransi
yang memiliki jaringan kerjasama dengan banyak rumah sakit.
·
Plafond dan premi
sesuai kebutuhan kemampuan
Idealnya plafond
asuransi kesehatan yang dipilih haruslah sesuai dengan keinginan. Jika skema
yang diambil lebih rendah, saat nanti dirawat inap, maka pemegang polis
asuransi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menutupi kekurangan yang tidak
dijamin oleh perushaan asuransi.
· Asuransi kesehatan murni
Memilih asuransi kesehatan yang berdiri sendiri sangat dianjurkan,
bukan merupakan rider asuransi jiwa unit-link yang tentunya biayanya akan
menjadi mahal daripada biaya aslinya. Dalam unit-link, premi akan dibagi untuk
asuransi jiwa, investasi dan baru asuransi kesehatan. Porsi untuk kesehatan
menjadi kecil, sehingga peserta harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan plafond lebih tinggi. Belum lagi,
sejumlah potongan biaya unit-link yang jumlahnya tidak kecil dan tentunya makin
mengurangi premi kesehatan.
· Memiliki prioritas rawat
inap
Biaya kesehatan mencakup rawat jalan dan rawat inap. Sebaiknya
fokuskan pada asuransi yang menanggung biaya rawat inap karena perawatan ini
yang biayanya paling besar. Jika memiliki uang lebih, bisa mengambil tambahan
asuransi rawat jalan.
· Tanpa limit per perawatan
Terdapat limit atau plafond yang membatasi jumlah maksimum klaim
biaya kesehatan. Umumnya, asuransi menerapkan dua jenis limit, pertama adalah
limit gabungan semua perawatan dan kedua adalah limit per perawatan. Misalnya,
limit pertama membatasi gabungan semua biaya perawatan Rp 350 juta dalam
setahun, sementara limit kedua membatasi biaya perawatan bedah Rp 15 juta
setahun, biaya konsultasi Rp 15 juta setahun dan seterusnya.
Ada asuransi yang hanya menggunakan limit pertama, ada yang hanya
limit kedua dan ada pula yang menggunakan kedua limit secara bersamaan. Sebaiknya
pilih asuransi yang menerapkan limit pertama, atau dengan kata lain tidak
membatasi biaya per perawatan. Maksudnya supaya pemegang polis fleksibel
berobat berbagai perawatan selama limit total masih ada. Asuransi yang
membatasi dengan limit pertama dan limit kedua, tentu saja, yang paling tidak
ideal.
· Perhatikan pembayaran auto
debit kartu kredit
Meskipun sepertinya memudahkan dan biasanya premi dibayar bulanan
(jadinya terlihat lebih ringan), harap hati – hati melakukan pembayaran dengan
auto-debit kartu kredit (ingin tahu cara mengelola kartu kredit. Jika
terpaksa menggunakan metode ini karena asuransi tidak menyediakan alternatif
pembayaran lain, pastikan Anda tahu kapan pembayaran dimulai dan bagaimana
prosesnya jika ingin berhenti.
·
Hindari mengambil asuransi
kesehatan via telepon
Tawaran asuransi kesehatan lewat tele-marketing mulai jamak
bermunculan. Biasanya bekerjasama dengan penerbit kartu kredit. Terkait produk
yang cukup kompleks, seperti asuransi ini, sebaiknya renungkan, analisa dan
jika sempat lakukan riset, sebelum mengambil keputusan. Karenanya, saya tidak
menyarankan mengambil keputusan seketika saat penawaran oleh telemarketing.
Saya pernah mengalami sendiri cepat dan ringkasnya proses penawaran tersebut,
sehingga banyak info detail yang tidak bisa disampaikan karena terbatasnya
waktu. Kalau memang tertarik dan butuh waktu untuk memikirkannya, bisa minta
nomer kontak pihak asuransi, yang nanti bisa Anda hubungi ketika sudah siap.
· Masa tunggu penyakit
Asuransi kesehatan mensyaratkan masa tunggu, beberapa penyakit
tidak dapat diklaim selama jangka waktu tertentu sejak tanggal masa berlaku
asuransi. Misalnya, Cigna menetapkan penyakit berikut baru bisa diklaim 12
bulan kemudian, yaitu asthma; TBC (Tuberculosis); batu ginjal, saluran kemih dan
kandung kemih; darah tinggi (hipertensi), jantung dan pembuluh darah; Kencing
manis (Diabetes Mellitus); Vertigo; dan lain – lain. Tanyakan ke pihak asuransi
penyakit apa yang masuk masa tunggu dan berapa lama.

http://infoasuransiok.blogspot.com/2014/05/cara-memilih-asuransi-kesehatan-yang.html
ReplyDelete