Thursday, May 15, 2014

Cara Memilih Asuransi Kesehatan yang Terbaik



Asuransi kesehatan yang baik dapat dilihat dari beberapa hal, menurut berbagai literature dan perencana keuangan, hal-hal tersebut antara lain :
·     Cashless
Dengan sistem cashless, penggantian klaim oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis menjadi lebih mudah. Hal tersebut dikarenakan pemegang polis tidak perlu membayar secara tunai saat harus rawat inap di rumah sakit. Akan tetapi, cukup menyelesaikan tagihan dengan menggesek kartu asuransi.
Namun, cashless ini mensyaratkan rumah sakit tempat pemegang polis dirawat sudahlah harus bekerjasama dengan pihak Asuransi. Jika tidak ada kerjasama, meskipun asuransi memiliki sistem klaim cashless, pemegang polis terpaksa harus tetap membayar dimuka dan kemudian menyelesaikan dengan reimbursement kepada perusahaan asuransi.
·    Memiliki jaringan rumah sakit yang luas
Klaim cashless tidak dapat dilakukan di rumah sakit yang tidak memiliki kerjasama dengan perusahaan asuransi. Karena itu, pilihlah asuransi yang memiliki jaringan kerjasama dengan banyak rumah sakit.

·    Plafond dan premi sesuai  kebutuhan kemampuan
Idealnya plafond asuransi kesehatan yang dipilih haruslah sesuai dengan keinginan. Jika skema yang diambil lebih rendah, saat nanti dirawat inap, maka pemegang polis asuransi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menutupi kekurangan yang tidak dijamin oleh perushaan asuransi.
·    Asuransi kesehatan murni
Memilih asuransi kesehatan yang berdiri sendiri sangat dianjurkan, bukan merupakan rider asuransi jiwa unit-link yang tentunya biayanya akan menjadi mahal daripada biaya aslinya. Dalam unit-link, premi akan dibagi untuk asuransi jiwa, investasi dan baru asuransi kesehatan. Porsi untuk kesehatan menjadi kecil, sehingga peserta harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan plafond lebih tinggi. Belum lagi, sejumlah potongan biaya unit-link yang jumlahnya tidak kecil dan tentunya makin mengurangi premi kesehatan.
·    Memiliki prioritas rawat inap
Biaya kesehatan mencakup rawat jalan dan rawat inap. Sebaiknya fokuskan pada asuransi yang menanggung biaya rawat inap karena perawatan ini yang biayanya paling besar. Jika memiliki uang lebih, bisa mengambil tambahan asuransi rawat jalan.
·    Tanpa limit per perawatan
Terdapat limit atau plafond yang membatasi jumlah maksimum klaim biaya kesehatan. Umumnya, asuransi menerapkan dua jenis limit, pertama adalah limit gabungan semua perawatan dan kedua adalah limit per perawatan. Misalnya, limit pertama membatasi gabungan semua biaya perawatan Rp 350 juta dalam setahun, sementara limit kedua membatasi biaya perawatan bedah Rp 15 juta setahun, biaya konsultasi Rp 15 juta setahun dan seterusnya.
Ada asuransi yang hanya menggunakan limit pertama, ada yang hanya limit kedua dan ada pula yang menggunakan kedua limit secara bersamaan. Sebaiknya pilih asuransi yang menerapkan limit pertama, atau dengan kata lain tidak membatasi biaya per perawatan. Maksudnya supaya pemegang polis fleksibel berobat berbagai perawatan selama limit total masih ada. Asuransi yang membatasi dengan limit pertama dan limit kedua, tentu saja, yang paling tidak ideal.
·    Perhatikan pembayaran auto debit kartu kredit
Meskipun sepertinya memudahkan dan biasanya premi dibayar bulanan (jadinya terlihat lebih ringan), harap hati – hati melakukan pembayaran dengan auto-debit kartu kredit (ingin tahu cara mengelola kartu kredit. Jika terpaksa menggunakan metode ini karena asuransi tidak menyediakan alternatif pembayaran lain, pastikan Anda tahu kapan pembayaran dimulai dan bagaimana prosesnya jika ingin berhenti.
·    Hindari mengambil asuransi kesehatan via telepon
Tawaran asuransi kesehatan lewat tele-marketing mulai jamak bermunculan. Biasanya bekerjasama dengan penerbit kartu kredit. Terkait produk yang cukup kompleks, seperti asuransi ini, sebaiknya renungkan, analisa dan jika sempat lakukan riset, sebelum mengambil keputusan. Karenanya, saya tidak menyarankan mengambil keputusan seketika saat penawaran oleh telemarketing. Saya pernah mengalami sendiri cepat dan ringkasnya proses penawaran tersebut, sehingga banyak info detail yang tidak bisa disampaikan karena terbatasnya waktu. Kalau memang tertarik dan butuh waktu untuk memikirkannya, bisa minta nomer kontak pihak asuransi, yang nanti bisa Anda hubungi ketika sudah siap.
·    Masa tunggu penyakit
Asuransi kesehatan mensyaratkan masa tunggu, beberapa penyakit tidak dapat diklaim selama jangka waktu tertentu sejak tanggal masa berlaku asuransi. Misalnya, Cigna menetapkan penyakit berikut baru bisa diklaim 12 bulan kemudian, yaitu asthma; TBC (Tuberculosis); batu ginjal, saluran kemih dan kandung kemih; darah tinggi (hipertensi), jantung dan pembuluh darah; Kencing manis (Diabetes Mellitus); Vertigo; dan lain – lain. Tanyakan ke pihak asuransi penyakit apa yang masuk masa tunggu dan berapa lama.

1 comment:

  1. http://infoasuransiok.blogspot.com/2014/05/cara-memilih-asuransi-kesehatan-yang.html

    ReplyDelete